Peradaban21 Oktober 2026

Bukan Nama. Tapi Kompas.

1 views· 0 tanggapan
Bukan Nama. Tapi Kompas.

Internet itu jalan raya. Ribuan simpang. Jutaan kendaraan.

Awalnya saya keliru. Dikira IP address itu nama. Mirip nama domain. Macam https://wihub.my.id/ itu.

Salah. Keliru besar.

IP address itu bukan nama. Ia kompas. Ia peta. Ia dipakai untuk routing. Mengarahkan paket data. Dari gawai Anda, melompat ke router, menyeberang benua, sampai ke tujuan. Tepat sasaran.

Maka, butuh pengatur. Supaya tidak tabrakan. Supaya tidak berebut.

Di puncak menara sana, ada IANA. Dialah pemegang kunci gudang. Isinya blok-blok IP address. Juga nomor otonom. Namanya ASN. Ikonnya mirip gambar router.

Dari IANA, blok angka itu turun. Dibagi ke lima penjuru dunia. Namanya RIR. Regional Internet Registry. Banyak yang mengira RIR hanya empat. Ternyata ada lima. Ada AFRINIC di Afrika. ARIN di Amerika Utara. LACNIC di Amerika Latin. RIPE NCC di Eropa dan Timur Tengah. Lalu, kita di mana? Indonesia ikut yang kelima: APNIC. Markasnya di Australia. Untuk urusan lokal, APNIC dibantu IDNIC.

RIR ini unik. Mereka independen. Tidak cari untung. Berbasis keanggotaan. Dan yang paling penting: digerakkan oleh komunitas. Bottom-up. Dari bawah ke atas. Mereka juga rajin. Bikin pelatihan. Membangun kapasitas para operator jaringan. Mengajari administrator kita agar internet aman.

Bagaimana aturan mainnya dibuat? Rumit. Tapi demokratis. Namanya PDP. Policy Development Process. Komunitas regional usul. Dibahas di forum RIR. Masuk ke NRO — wadah kumpulnya para RIR. Dari sana naik ke ASO. Barulah bermuara di ICANN. Beres. Jadi kebijakan global.

Tapi internet itu rawan. Banyak maling digital. Ada pembajakan jalur. BGP hijacking. Maka, RIR menyiapkan senjata. Alat pengaman. Ada WHOIS. Buku teleponnya internet. Siapa punya IP apa, tercatat di sana. Ada IRR. Tempat operator mendaftarkan rute jaringannya.

Lalu yang lebih canggih: RPKI. Ini pakai kriptografi. Pakai sertifikat digital. Untuk memastikan si penyebar rute memang pemilik sahnya. Terakhir, ada ASPA. Ini barang baru. Pelengkap RPKI. Kalau RPKI mengamankan titik tujuan, ASPA menjaga keaslian jalurnya. Mencegah kebocoran rute di tengah jalan.

Internet kita ternyata punya satpam yang berlapis-lapis. Kita saja yang sering tidak tahu. Taunya hanya pakai. Dan mengeluh kalau lemot. (Putra Sucipto)

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.