Bhinneka Tunggal Ika, Kuda Hitam AI, dan Panggung Megah Nusa Dua

SENIN pagi. Hawa Ballroom Arya di Kuta Selatan, Bali, mendadak bergemuruh. Hari yang ditunggu tiba. Opening Ceremony ICANN87 resmi dibuka hari ini, 19 Oktober 2026. Ritme panggung berjalan presisi. Tripti Sinha, sang Board Chair ICANN, naik ke podium. Hampir bersamaan, Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid, melangkah anggun memasuki ruangan. Panggung siap mendengarkan narasi besar masa depan digital global.
Tripti Sinha memulai pidato pembukaannya. Internet adalah tanggung jawab bersama lintas budaya. Di sinilah hebatnya. Tripti secara khusus menyebut spirit Bhinneka Tunggal Ika—slogan abadi Indonesia—sebagai inspirasi global. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Persis seperti arsitektur internet: complex, interoperable network. Jutaan jaringan yang rumit. Terpisah. Namun tetap menyatu secara global.
Lagi dan lagi. Kalimat penegasan itu meluncur dari mulut Tripti. "Ini bukan pekerjaan cepat," ujarnya. Kalimat yang kemarin sempat diucapkan oleh pembicara lain di depan para fellow. Mereka yang penasaran dengan lamanya durasi mencapai konsensus. Tripti mengakui. Mengatur miliaran komputer server di dunia ini tidak mudah. Kerangka kerja RIR (Regional Internet Registries) ikut disebut sebagai pilar desentralisasi. Lebih dari itu. Dia mengumumkan Program New gTLD Ronde 2026 kini mulai resmi diadopsi oleh berbagai aplikan di seluruh dunia. Walaupun Tripti sadar. Langkah maju ini akan memproduksi banyak pertanyaan dan tantangan baru. Semua harus dibahas di rapat komite lainnya. Visi internet masa depan tetap satu: inclusive and distributed governance (tata kelola yang inklusif dan tersebar).
Podium beralih. Menkomdigi Meutya Hafid naik. Panggung resmi menjadi milik Indonesia untuk beberapa saat. Menteri Meutya memaparkan angka yang luar biasa. Domain .id yang dikelola PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) telah melayani ekosistem digital di 17.000 pulau. Dan miliaran penduduk kita. Penawaran akses ini bukan urusan main-main. Apalagi kini diperkuat oleh infrastruktur konektivitas luar angkasa melalui satelit Satria-1. Indonesia kaya bahasa dan sejarah budaya. Menteri Meutya menceritakan pencapaian besar pada Desember 2025 lalu. Saat itu PANDI sukses meluncurkan Internationalized Domain Names (IDN) beraksara Jawa. Slogannya: Terhubung, Tumbuh, dan Bertambah. Bagi Indonesia, proteksi keamanan internet bukan cuma urusan pemerintah. Butuh model multistakeholder dan multi-kemampuan lintas sektor. Demi memastikan stabilitas dan keamanan digital tetap terjamin.
Giliran Pak Isnawan Aslam, Ketua Dewan Pengurus PANDI, naik ke panggung. Dia mendampingi para petinggi dunia. Termasuk Kurtis Lindqvist, Presiden dan CEO baru ICANN. Sebagai tuan rumah, PANDI menaruh harapan besar. Forum ICANN87 di Bali harus melahirkan peluang (opportunities) baru dalam kolaborasi internasional. Serta penyelesaian masalah siber global. Di akhir sesi, Pak Isnawan mengundang seluruh delegasi dunia. Untuk hadir nanti malam di The Westin Resort Nusa Dua. Menikmati malam Multilingual Internet. Sebuah pesta budaya yang merayakan skripsi, kultur, dan identitas aksara daerah.
Acara mencapai puncaknya. Pengumuman penghargaan bergengsi Dr. Tarek Kamel Award for Capacity Building. Atas nama Dewan ICANN, Tripti Sinha menyerahkan penghargaan ini kepada Hartmut Glaser. Beliau adalah pionir internet legendaris dari Brasil. Pengembang domain .br. Glaser adalah sosok di balik suksesnya badan tata kelola internet Brasil seperti CGI.br dan NIC.br. Dia mendirikan Sekolah Tata Kelola Internet Brasil. Sekolah ini telah melatih 800 profesional dari industri, akademik, dan publik. Serta lebih dari 1.000 anak muda. Sebuah dedikasi luar biasa. Diganjar tepuk tangan meriah dari seisi ballroom.
Namun, ada satu hal yang membuat bulu kuduk saya sebagai fellow merinding. Di atas panggung, teknologi masa depan yang masih berada di laboratorium mulai disentuh. Teknologi Kuantum dan AI masuk dalam pidato resmi. Dan entitas yang disebut sebagai "Kuda Hitam" terbesar tidak lain adalah Agentic AI. Sebuah cabang kepakaran yang persis berada di bidang keahlian saya: Sistem Multi-Agen.
Agentic AI secara resmi disebut di panggung pembukaan. Sebagai entitas cerdas baru. Memiliki kemampuan mengeksekusi dan merencanakan sesuatu secara mandiri. Dia tidak punya tangan berdaging seperti manusia. Tapi ototnya adalah kabel tembaga dan kabel UTP. Mengalirkan miliaran data di jantung internet. Ini adalah makhluk baru. Dipastikan akan menjadi bahan pemikiran paling berat pada forum ICANN88 mendatang. Indikasi kuat menunjukkan Agentic AI akan segera masuk "kamar persalinan" kebijakan ICANN.
Entah bagaimana nanti dokter SPOG-nya meramu regulasinya. Satu hal yang saya yakini: kuda hitam ini pasti akan lahir secara normal dan terkendali. Asalkan dirawat oleh dokter-dokter kebijakan internet global sehebat para peserta Fellowship ICANN87.
Hari pertama resmi dibuka dengan megah. Otak saya dipenuhi kebanggaan dan tantangan teknologi masa depan.
Vivat Sistem Multi-Agen!
Hidup kolaborasi multipihak internet dunia! (Putra Sucipto)